Custom Search

Sunday, October 4, 2009

Musium Lampung

Musium Lampung adalah salah satu objek wisata sejarah yang ada di Bandar Lampung dan menjadi tujuan wisata Pendidikan bagi siswa, Mahasiswa, dan Masyarakat umum baik domestik dan mancanegara.




B. Keistimewaan

koleksi yang dapat dijumpai adalah benda-benda hasil karya seni, keramik dari negeri siam dan china pada zaman dinasti ming, stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan belanda dll. Koleksi-kolksi tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda geologi, biologi, etnografi, arkeologis, dan lainnya.

C. Lokasi

Terletak dijalan z.a. pagaralam 5 kilometer disebelah utara pusat kota tanjungkarang dan hanya 400 meter dari terminal bus rajabasa.

D. Akses


E. Tiket Masuk

sedang dalam proses

F. Akomudasi dan Fasilitas


Read More......

Saturday, October 3, 2009

Pantai Pasir Putih


Pantai pasir putih salah satu objek wisata di Bandar Lampung yang menjadi tujuan wisata domistik dan mancanegara, untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga


B. Keistimewaan

Di sekeliling pantai Pasir putih di kelilingi pepohonan rindang Pantai Pasir Putih benar-benar sesuai dengan namanya. Pasir putih memesona ini menyegarkan mata dan menimbulkan hasrat kuat di dalam diri untuk mengelilinginya.
akhir-akhir ini.

C. Lokasi
Terletak sekitar 20 kilometer dari kota Bandar Lampung

D. Akses

Dengan menggunakan mobil yang melewati Jalan Trans Sumatera dari kota Lampung, Anda dapat mencapai daerah ini dalam waktu 30 menit. Anda juga dapat menggunakan angkutan umum dari Lampung yang langsung menuju Pantai Pasir Putih.

E. Tiket Masuk

sedang dalam proses

F. Akomudasi dan Fasilitas

penginapan dan hotel Apabila Anda ingin menginap di tengah-tengah pulau yang hening, Anda dapat menginap di penginapan yang terletak di Pulau Condong. Sederhana namun nyaman. Sebuah villa yang mewah juga tersedia di Pulau Bule, tempat sesuai untuk melepas penat. Di sepanjang perjalanan menuju Pantai Pasir Putih juga tersedia banyak penginapan.

Anda juga dapat mengelilingi pantai indah ini dengan berjalan kaki. Dengan menggunakan perahu motor, Anda juga dapat mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule.

Read More......

Taman Wisata Bukit Kedaton

A. Gambaran Umum

Taman bukit kedaton salah satu objek wisata di Bandar Lampung yang menjadi tujuan wisata domistik dan mancanegara, untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga

B. Keistimewaan

Taman wisata alam bumi kedaton menyajikan suasana alam pegunungan dan gemericik sungai yang mengalir sejuk dan alami dengan koleksi satwa yang terus dilengkapi. Atraksi yang dapat dilihat diantaranya yaitu atraksi gajah, kuda pencakdll.

C. Lokasi

Taman wisata ini terletak disebelah barat kota bandar lampung dengan jarak tempuh hanya 15 menit dari telukbetung.

D. Akses

Sedang dalam Proses

E. Tiket Masuk

sedang dalam proses

F. Akomudasi dan Fasilitas

Sedang dalam proses

Read More......

Area Profile
Language: Indonesia

Bandar Lampung Sumatra Island gate. The term is appropriate for capital
Lampung Province. Located in the southwest of Sumatra island
geographical position is very advantageous. Located at the end of the island
Sumatra adjacent to the DKI Jakarta is the center of the country's economy.
The city is a meeting between the cross central and eastern Sumatra. Vehicles from
Other areas on the island of Sumatra has to pass through Bandar Lampung when headed to the island

Java. In general, the transit vehicles in the terminal Rajabasa. Exit and
entry of either vehicle bus, minibus transportation to the city and this terminal, it
able to bring in revenue for the Regional Revenue own (PADS) City
Bandar Lampung budget of the year reached 200 USD 11.9 billion. Transportation
highways can contribute USD 273 billion of total economic activity in 2000.
Employer contribution is greater than most other transport such as water.
The number of vehicles passing in and out of this adds Bandar Lampung
crowded city streets. In line with the development of the city, private vehicles
general and even more are mushrooming, coupled with transport
agricultural produce from remote areas of Lampung Province which will be sent to the Airport
Lampung province as a trade center.

Bandar Lampung region is an area of growing urban
from the center to the suburbs that supported transportation facilities and
lighting. Urban development characterized by the growth of settlements,
however, the suburbs have not seen clear perkotaannya characteristics.
In 2001 the city separated from Bandar Lampung District 9 and 84
village into 13 districts and 98 urban villages.

Area Orientation

Geographically, Bandar Lampung region is between 50 º 20'-50 º 30 'S and
105 º 28'-105 º 37 'E with a total area of 192.96 km2 with the boundaries as
follows:
o North Limit: Natar Sub-district, South Lampung
o South Limit: Mirror Padang District, and the Bay of Lampung Ketibung,

South Lampung Regency
o East Limit: Sub Tanjung Bintang, Lampung Selatan District
o Limit the West: Gedungtataan and Padang District Bath County

South Lampung
Bandar Lampung in southern Lampung (Lampung Bay)
and the southern tip of Sumatra Island.
According to topographical conditions, Lampung province can be divided into 5 (five) units
space, namely:
o Regional hilly to mountainous, with characteristic slopes steep
with a slope of more than 25% and an average altitude of 300 meters above sea level.
These areas include the Bukit Barisan, hilly area east of the Mount
Line, and Mount Rajabasa.
o Regional wavy to wavy, which is characterized by small hills,
slope between 8% to 15%, and the height of 300 meters to
500 meters above sea level. This area covers an area of Gedong TATAAN, Kedaton,
Sukoharjo, and Stage Island in South Lampung district, and
Adirejo and Bangunrejo in Central Lampung district.
o alluvial plains, covers a vast area covering Lampung
Central to the east near the coast. Altitude region
ranged from 25 to 75 meters above sea level., with a slope of 0% to 3%.
Tidal marsh plains along the east coast with the height of 0.5 to 1
meters above sea level. 5. Watershed, namely Tulang Bawang, Seputih, Sekampung,
Watermelon, and Way Jepara.

Dominance of shrub land use and forest area covering 17 thousand km2. Area
wet land area of 601 km2, the plantation area of 4422 km2, while the area
residential area of 3113 km2.

Number and Population Growth
Lampung community consists of various tribes such as Lampung, Rawas, Malays,
Pasemah and SEMENDO. Community Lampung original form has the structure
own customary law, customary law community forms are different between
community groups to each other, these groups
spread in various places in Lampung.

Migrants who settled in Lampung province is estimated at 84
%. Largest ethnic group is Javanese (30%), Banten / Sundanese (20%), Minangkabau
(10%), SEMENDO (12%). Other ethnic groups that are jumlahnnya enough
Balinese, Batak, Bengkulu, Bugis, China, Ambon, Aceh, Riau, and others.

The number of migrants is a result of the relocation program carried out
since the year 1905 by the Dutch colonial government to move the farmers from
Bagelan Central Java town of Wonosobo and building and the City Court. Then
year 1932 - 1937 there was a new transmigration land-clearing in Metro City, Pringsewu,
and various other cities. This transmigration program continues until the end of
decade of the 80s.

Characteristics of migrants living in general has
specificity in adapting. For example, migrants from Pati - Central Java
initially as farmers prefer ponds businesses in new locations. Initially
they berbudidaya milkfish and other fish species, but in line with
development trends monodon shrimp cultivation they switched to a more species
This benefit combined with support from the providers of capital.
Similarly, with immigrants from Bugis ethnic renowned as sailors more
choose a fisherman. Immigrants from the former Javanese farmers prefer
businesses in agriculture and plantations.

Tourism

In tourism Bandar Lampung has several objects are worth a visit

1.
White Sand Beach
2. Museum of Lampung
3. Village Tour Edge Pekon
4. Natural Park Hill Kedaton

Read More......

Profil Wilayah
Language : Inggris

Kota Bandar Lampung pintu gerbang Pulau Sumatera. Sebutan ini layak untuk ibu kota
Propinsi Lampung. Kota yang terletak di sebelah barat daya Pulau Sumatera ini
memiliki posisi geografis yang sangat menguntungkan. Letaknya di ujung Pulau
Sumatera berdekatan dengan DKI Jakarta yang menjadi pusat perekonomian negara.
Kota ini menjadi pertemuan antara lintas tengah dan timur Sumatera. Kendaraan dari
daerah lain di Pulau Sumatera harus melewati Bandar Lampung bila menuju ke Pulau
Jawa. Pada umumnya kendaraan tersebut transit di terminal Rajabasa. Keluar dan
masuknya kendaraan baik bus, angkutan kota maupun minibus ke terminal ini, ternyata
mampu mendatangkan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) Kota
Bandar Lampung yang pada tahun anggaran 200 mencapai Rp 11,9 milyar. Angkutan
jalan raya mampu menyumbang Rp 273 milyar dari total kegiatan ekonomi tahun 2000.
Sumbangan lapangan usaha ini paling besar dibanding angkutan lain misalnya air.
Banyaknya kendaraan yang keluar masuk melewati Bandar Lampung ini menambah
padatnya jalan-jalan kota. Sejalan dengan perkembangan kota, kendaraan pribadi
maupun umum pun semakin menjamur, ditambah lagi dengan kendaraan pengangkut
hasil bumi dari pelosok daerah Propinsi Lampung yang akan dikirim ke Bandar
Lampung sebagai pusat perdagangan provinsi.

Wilayah Kota Bandar Lampung merupakan daerah perkotaan yang terus berkembang
dari daerah tengah ke daerah pinggiran kota yang ditunjang fasilitas perhubungan dan
penerangan. Pengembangan kota ditandai dengan tumbuhnya kawasan permukiman,
namun demikian daerah pinggiran belum terlihat jelas ciri perkotaannya.
Pada tahun 2001 Kota Bandar Lampung dimekarkan dari 9 Kecamatan dan 84
kelurahan menjadi 13 kecamatan dan 98 kelurahan.

Orientasi Wilayah

Secara geografis wilayah Kota Bandar Lampung berada antara 50º20’-50º30’ LS dan
105º28’-105º37’ BT dengan luas wilayah 192.96 km2 dengan batas-batas sebagai
berikut :
o Batas Utara : Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan
o Batas Selatan : Kecamatan Padang Cermin, Ketibung dan Teluk Lampung,

Kabupaten Lampung Selatan
o Batas Timur : Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan
o Batas Barat : Kecamatan Gedungtataan dan Padang Cermin Kabupaten

Lampung Selatan
Kota Bandar Lampung berada di bagian selatan Propinsi Lampung (Teluk Lampung)
dan ujung selatan Pulau Sumatera.
Menurut kondisi topografi, Propinsi Lampung dapat dibagi ke dalam 5 (lima) satuan
ruang, yaitu:
o Daerah berbukit sampai bergunung, dengan ciri khas lereng-lereng yang curam
dengan kemiringan lebih dari 25% dan ketinggian rata-rata 300 meter dpl.
Daerah ini meliputi Bukit Barisan, kawasan berbukit di sebelah Timur Bukit
Barisan, serta Gunung Rajabasa.
o Daerah berombak sampai bergelombang, yang dicirikan oleh bukit-bukit sempit,
kemiringan antara 8% hingga 15%, dan ketinggian antara 300 meter sampai
500 meter dpl. Kawasan ini meliputi wilayah Gedong Tataan, Kedaton,
Sukoharjo, dan Pulau Panggung di Daerah Kabupaten Lampung Selatan, serta
Adirejo dan Bangunrejo di Daerah Kabupaten Lampung Tengah.
o Dataran alluvial, mencakup kawasan yang sangat luas meliputi Lampung
Tengah hingga mendekati pantai sebelah Timur. Ketinggian kawasan ini
berkisar antara 25 hingga 75 meter dpl., dengan kemiringan 0% hingga 3%.
Dataran rawa pasang surut di sepanjang pantai Timur dengan ketinggian 0,5 hingga 1
meter dpl. 5. Daerah aliran sungai, yaitu Tulang Bawang, Seputih, Sekampung,
Semangka, dan Way Jepara.

Dominasi penggunaan lahan berupa belukar dan area hutan seluas 17 ribu km2. Area
lahan sawah seluas 601 km2, perkebunan seluas 4.422 km2, sedangkan area
pemukiman seluas 3.113 km2.

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk
Masyarakat Lampung terdiri atas berbagai suku antara lain Lampung, Rawas, Melayu,
Pasemah dan Semendo. Masyarakat Lampung bentuknya yang asli memiliki struktur
hukum adat yang tersendiri, bentuk masyarakat hukum adat tersebut berbeda antara
kelompok masyarakat yang satu dengan yang lainnya, kelompok-kelompok tersebut
menyebar di berbagai tempat di daerah Lampung.

Penduduk pendatang yang menetap di Propinsi Lampung diperkirakan mencapai 84
%. Kelompok etnis terbesar adalah Jawa (30%), Banten/Sunda (20%), Minangkabau
(10%), Semendo (12 %). Kelompok etnis lain yang cukup banyak jumlahnnya adalah
Bali, Batak, Bengkulu, Bugis, China, Ambon, Aceh, Riau, dan lain-lain.

Banyaknya penduduk pendatang ini akibat adanya progam relokasi yang dilakukan
sejak tahun 1905 oleh pemerintah kolonial Belanda dengan memindahkan petani dari
Bagelan Jawa Tengah dan membangun Kota Wonosobo dan Kota Agung. Kemudian
tahun 1932 – 1937 ada pembukaan lahan transmigrasi baru di Kota Metro, Pringsewu,
dan berbagai kota lainnya. Program transmigrasi ini terus berlangsung hingga akhir
dekade 80-an.

Karakteristik mata pencaharian penduduk pendatang pada umumnya memiliki
kekhasan dalam beradaptasi. Sebagai contoh pendatang asal Pati – Jawa Tengah
yang semula sebagai petambak lebih memilih usaha tambak di lokasi barunya. Semula
mereka berbudidaya bandeng dan jenis ikan lainnya, tetapi seiring dengan
perkembangan tren budidaya udang windu mereka beralih ke jenis yang lebih
menguntungkan ini ditambah lagi dengan dukungan dari pihak pemberi modal.
Demikian pula dengan pendatang dari etnis Bugis yang terkenal sebagai pelaut lebih
memilih menjadi nelayan. Pendatang dari Jawa yang semula petani lebih memilih
usaha di bidang pertanian dan perkebunan.

Pariwisata

Dibidang pariwisata Kota Bandar Lampung memiliki beberapa objek yang patut dikunjungi

1. Pasir Putih
2. Musium Lampung
3. Wisata Desa Pekon Ujung
4. Taman Wisata Alam Bukit Kedaton

Read More......

Friday, October 2, 2009

Glance Art And Tradition
Language : Indonesia

Lampung nation has a rich variety of arts will be diversity, beauty and elegance of culture. Dance hosted by Muli Meghanai Lampung has characterized the motion as well as its own style. Classical dances held at the royal ceremony is a form of dance known as Tarakot Kataki or Lalayang each Kasiwan that exhibited by twelve equal Meghanai collectively holds some fans and some will not hold the fan.

Variety dance is dance Tanggai shown by one, two, or four people who each Muli holding fan. In bringing the Muli Tanggai Dance is using a nail polish accessories long silver finger tip placed the dancers. Dance is accompanied by the rhythm Gamulan / ditingkahi kulintang with the Meghanai who brought a certain stanzas called Ngadidang.

Within ten days in the month of Shawwal held Sekuraan Mask Festival is held as an expression of joy after a full month of fasting and a Victory Day. It held several Sekuraan Pekon at Brak scale with various treats such as Silek Arts, Muwayak, hadra, and Nyambai by Sekura.

There are two types of Sekura Helau Sekura which symbolizes wisdom and virtue and symbolizing Sekura Kamak Greed and Keangkaramurkaan. Sekura Helau wore beautiful costumes and nice as a subordinate who was wearing a motive Tapis cloth and a boss who wore a long cloth, Sekura Kamak while wearing scary masks and costumes are mostly black, black.
Every day before Idul Fitri and Idul Adha Ngelemang tradition at the pivot axis scale, especially in the pivot Brak Buay Take a Way In, there are several types such as Lemang Siwok Lemang made of glutinous rice, Bungking Lemang made of glutinous rice, bananas, and a Ceghughut Lemang made of glutinous rice, red sugar. This tradition is actually a continuation of tradition that prevailed in the Minangkabau region.

Lampung nation known to have woven a beautiful and elegant, known as filter fabric. Filters are a great cloth and sacred originally worn only by the Saibatin and his family, especially Gawi and worn in traditional ceremonies. But in the filter fabric development have been mass-produced so that each audience can be an opportunity to own and wear.

We have been commercialized Tapis cloth and has a high economic value and have melanglangbuana up to foreign countries. Now Kain Tapis has undergone development to the more varied with many different forms and has penetrated the world like clothing and fashion accessories accessories Filters motive.
.
Oral Literature

Lampung oral literature belonging to the collective interest of Lampung. The main feature of kelisanan, anonymous, and closely with the customs, traditions, and customs in Lampung culture. Literature is scattered in many communities and is a very important part of the cultural treasures of ethnic Lampung.

Lampung Literature is literature that uses language as a media creation Lampung, both oral and literary literary writing. Literature Lampung has a closeness with a strong tradition of Malays by saying, proverb, chants, rhymes, poems, and folklore
Lampung oral literary genre

A. Effendi Sanusi (1996) divides the five types of oral literary tradition Lampung: proverbs, riddles, spells, poetry, and folklore.

Sesikun / sekiman (proverb)
Sesikun / sekiman is the language that has figuratively speaking or any allusion. Function as a means of giving advice, motivation, satire, celaaan, flattery, comparison or sweetener in language.

Seganing / teteduhan (puzzle)
Seganing / teteduhan is raised about vaguely, usually for a game or for sharpening the mind.

Memmang (spell)
Memmang are the words or sayings that can bring supernatural power: to cure, may bring harm, and so on.

Warahan (folklore)
Warahan is a story that basically delivered orally; be shaped epic, sage, fables, legends, myth and fiction exclusively.

Poetry
Poetry is a form of literature that express one's thoughts and feelings imaginatively and arranged with all the power of language with the physical structure and pengonsentrasikan inner structure.

The forms of oral poetry Lampung
Based on its function, there are five kinds of poetry in the oral tradition of literary treasures of Lampung: paradinei / paghadini, pepaccur / pepaccogh / wawancan, pattun / segata / adi-adi, bebandung, and ringget / pisaan / dadi / highing-highing / wayak / ngehahaddo / hahiwang .

Paradinei / paghadini
Paradinei / paghadini is poetry Lampung tradition commonly used in the ceremony welcoming guests at the wedding ongoing customary. Paradinei / paghadini spokesman said each party, both parties are coming and that was visited. In general, the contents paradinei / paghadini form of frequently asked questions about the intent or purpose in coming.

Example:
Jak appeal sikam jinna
Forgot jondong stop mak
Kubimbing niku jinna
Mukhawan niku khatong
Kutattak Mawat pepper
Lamon kammak ni jukuk
Mawat opened cawa
temmon sai kammak cawa
The gisting nangun mikhing
Meander the winding road
Najin world giccing
moist sapai in niku

Pepaccur / pepaccogh / wawancan
Pepaccur / pepaccogh / wawancan is the tradition of poetry which contains advice Lampung or messages after giving adok (custom title) to flunky-girl in honor / marks have been married in a wedding. Giving adok (custom title) done in traditional ceremonies known as butetah or lainnnya terms, ngamai and nginai adek, ngamai ghik ngini adok, and kabaghan adok or nguwaghko adok.

Pattun / Segata / Adi-Adi
Rhymes / segata / adi-adi is one type of poetry Lampung common tradition among ethnic Lampung used in events that celebrate nature, such as the young couple filler nyambai, miyah damagh, kedayek.

Example pattun / segata:
Bukundang Lose Sahing
Coming pie nanom peghing
Titanom banjagh capa
Coming ngulih pie-ulih
Jama kutti dija sai
Kesaka Adek dija
Kuliak Nambi dibbi
Adek gelagh ni sapa
Nyin mubangik ngughau ni
Budaghak hitched dinyak
Mak Tuha Pullan again
Bukundang hitched dinyak
Children Tuha again mak
Pie Mulang payu uy uy
Dang saka ga on huma
Manuk loved kenuy
Layau kimak tigaga
Nyilok silok in lawok
Lantern balimbing
Najin ghalang kupenok
Roe ghisok kubimbing
Coelomic Kusassat ghelom
Origin of stone putungga
Kusassat ghelom pedom
Origin putungga niku
Kughatopkon mak ghattop
Wood dunggak pumatang
Sanga Pedom many silop
Min pitu oil miwang
Oil Indani ghaddak
Titanom in cenggighing
Injuk loom much Musakik
Bukundang lost sahing
Wat ya crazy mūṣaka
Ki ni TEMON peghhati
Yes crazy sangon Mawat
Niku masangkon mind
Ali-ali in the left jaghi
Bracelet on right culuk
Sunyin in kutti Mahap
Ki wrong dang sayahan
Translation:
Dating Losers rival
Coming to plant bamboo
Planted near the capa
Coming asked
To you here
Brother when here
I saw yesterday afternoon
Brother's name who
In order better to call
Farm where I
Old forests no longer
Going out with who I am
Older child no longer
My first home uy uy
Do not be long in the fields
Loved the chicken hawk
Chaotic if not prevented
Looking around at the sea
Lantern balimbing
Although rarely seen
But often kuucap
I'm looking into the dark bottom
Origin met rock
I'm looking up to sleep
Origin met with you
Kurebahkan not fall down
Wood at the end of embankment
For a moment I fall asleep
Seven times woke up crying
Like oil ghaddak *
Planted on the hillside
What a pain I feel
Dating defeated rival
There's been a long sebenanya
If there is more attention
Yes, it does not
You plant the favor
Ring on left finger
Bracelet on his right foot
Sorry it all to you
If one should not mock
• the name of the tree to protect coffee crops

Bebandung
Is poetry tradition Bubandung Lampung pertuah-containing advice or teaching related to the Islamic religion.

Ringget / Pisaan
Ringget / pisaan / dadi / highing-highing / wayak / ngehahaddo / hahiwang is poetry Lampung tradition commonly used as an introduction to traditional event, complementary event to the release of the bride groom, complement traditional dance show (cangget), complement youth event (nyambai, miyah damagh, or kedayek), chanting the lull children, and fill the time relaxing.

Source: www.id.wikipedia.org.

Read More......
Oggix
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
KODE
free counter KODE END

Blog Archive

Followers